Richard Fitzpatrick dalam buku “El Clasico": Barcelona v Real Madrid: Football's Greatest Rivalry” menjelaskan sebuah analisa menarik tentang rivalitas El Clasico, yang sebenarnya hanyalah rekaan kedua pihak. Kebencian yang dimanipulasi.
Fitzpatrick mengatakan bahwa panasnya El Clasico baru terasa pada tahun 1990-an, atau saat John Cruyff melatih Barcelona dan menjadikannya sebagai salah satu kekuatan di Eropa. Sebelum itu, Madrid lebih merasa musuh terberat adalah rival sekota mereka Atle;tico Madrid.
Fitzpatrick juga menemukan data menarik tentang rivalitas El Clasico yang terus dipupuk Madrid. Hal itu terjadi karena persaingan Barca-Madrid malah membuat jumlah pendukung El Real meningkat. Perseteruan itu dibuat sengit sehingga membuat Spanyol terbagi menjadi dua. Dan hal itu cukup sukses untuk meningkatkan jumlah suporter baik untuk Madrid ataupun Barca.
“Penggemar sepak bola di seluruh Spanyol akan mendukung tim lokal mereka, tapi juga akan mendukung hanya salah satu dari Barcelona atau Real Madrid. Saya bahkan keheranan ketika saya menemukan bahwa lebih banyak orang mendukung Real Madrid di Sevilla ketimbang mendukung Sevilla atau Real Betis,” tulisnya.
Begitu pula dengan Blaugrana yang meraup keuntungan. Siapa bilang Barcelona merepresentasikan Barca? Ada banyak penggemar sepakbola di daerah sana yang tidak mendukung Barca. Para pendukung Espanyol, misalnya. Hal yang mengagetkan dari 7,5 juta jiwa penduduk Catalunya, satu juta diantaranya adalah fans Madrid.
Tapi, ketika pasar yang bernilai puluhan juta euro itu tercipta dan terbelah jadi dua, maka dengan mudah klub, media dan tv melakukan propaganda karena mengeksplotasi emosi suporter memang lebih mudah dilakukan dengan menjual rivalitas.
Elliot Turner dalam buku “Real Madrid and Barcelona The Making Of Rivalry” menegaskan bahwa televisi adalah urat nadi kedua tim saat ini. Televisi pula yang mengontrol sedemikian rupa agar drama ini benar-benar dinikmati dan dikhayati oleh penonton. Terbukti, dengan rivalitas Barca-Madrid sebagai salah satu faktor utama, keduanya pada musim 2012-13 mampu meraup uang senilai 188 juta euro dari hak siar televisi(Detik/TheMj)Selanjutnya
Tahukah Anda Tentang, Mahatma Gandhi??
“Adalah dibawah martabat manusia jika seseorang kehilangan kepribadiannya dan menjadi tidak lebih daripada sebuah roda gigi pada mesin”
0 komentar :
Posting Komentar