Coba bayangkan jika salah satu dari Madrid atau Barca tergelincir ke divisi bawah. Akankah mereka mampu menarik uang televisi sedemikian banyak? Akankah banyak yang mau menonton liga yang isinya hanya tentang satu tim besar mengalahkan tim-tim kecil setiap minggunya?.
Maka dijual-lah drama berlatar belakang politik, sosial, dan ekonomi, dalam laga bertajuk El Clasico. Padahal, pertandingan yang konon katanya panas ini kadang mirip seperti Pseudo Derby – jarang didengar kedua fans terlibat bentrok seperti derbi-derbi lainnya.
Oleh karena itu, membicarakan El Clasico sebenarnya kita seolah menceritakan tentang sebuah klise yang berbentuk ilusi. Sebuah drama rekaan yang dibuat sedramatis mungkin hingga kini menjelma jadi salah satu rivalitas terbesar dalam sepakbola, bahkan dalam dunia olahraga. Bertindak sebagai pusat drama ini adalah Madrid dan Barcelona, yang masing-masing telah dipaksa mengambil peran sebagai hero dan anti-hero.
Tapi, apapun perannya, James Moriarty sesungguhnya benar. Bahwa setiap dongeng membutuhkan penjahat dan pahlawan yang bagus. Barca membutuhkan Madrid, dan Madrid pun membutuhkan Barca. Atau, drama ini tak akan berguna. (Detik/TheMj)Kembali

0 komentar :
Posting Komentar